OFFICIAL WEBSITE

Official resmi Fitrah All Burman yang ingin belajar banyak tentang segala hal yang menarik untuk dipelajari dan dibagikan. Selamat menikmati

INFORMATION, COMMUNICATION DAN TECHNOLOGY

Komputer, dan segala alat bantu lainnya yang menunjang proses pembelajaran saat ini haruslah senantiasa dikembangkan agar kita tidak ketinggalan dalam hal Teknologi.

Foto bersama di Wisata Kalisoro TAWANG MANGU

Siapa bilang, belajar itu membosankan. Bersama kami, saya akan membuktikan bahwa belajar pun bisa di alam dan menyenangkan.

Kumpul Mahasiswa seluruh Indonesia, Bandung

Sebagai makhluk sosial, sudah seharusnya kita membuka cakrawala berfikir kita dengan dunia luar. Agar pola pikir kita menjadi lebih arif dan bijaksana. Dan berdiskusi dengan mahasiswa lain yang punya hobi yang sama tentu membuat kita lebih bersemangat (Tidak percaya, sayalah buktinya).

Foto Pengurus BEM FE UNS Kabinet Pergerakan 2010

Hehe, Tiba - tiba menemukan foto (masa - masa kuliah). Tak disangka, saya dahulu adalah Presiden BEM FE UNS ya, yang suka DEMO dan meneriakkan "HIDUP MAHASISWA !!!"

Minggu, 08 Januari 2012

Bob Sadino - Memilih Miskin

Kehidupan yang relatif mapan yang di jalani om Bob membawa dia seperti mudah mendapatkan segalanya. Bekerja di perusahaan asing hingga jalan - jalan keliling dunia. Tapi apakah dengan begitu ia mendapatkan kebahagiaan. Jawabnya, belum tentu karena ia merasa dengan bekerja kepada orang lain maka ia berada dalam kendali arasannya. Kalo atasannya (maaf) goblok, bisa bisa saya ikut goblok. Itulah sekelumit cerita yang saya ingat dari kata - kata beliau.
Memang tidak semua orang memiliki kesamaan dengan om Bob. Orang seperti dia menginginkan kebebasan, independensi dan totalitas berekspresi untuk itulah ia meninggalkan segala kemewahan yang tersedia lalu menantang dirinya untuk 'memilih miskin' dengan keluar dari zona nyaman menuju kehidupan antah berantah. Semua dilakukan dengan spontanitas, tanpa perancanaan dan tanpa mengharapkan lebih. Karena baginya, terlalu banyak berharap, maka akan banyak pula kekecewaan yang akan di dapatnya.
Awalnya, ia memang harus membayar mahal pilihan tersebut dengan kerja keras yg luar biasa. Jatuh bangun, cobaan ektrim hingga sekedar memberi rokok saja ia harus berfikir 2 kali, sebab bila ia memilih menyalahkan rokoknya, maka ia tidak akan makan. Sebuah pilihan yg rumit bahkan lebih tepatnya hanya memiliki pilihan yang terbatas. Bukan berarti saudaranya diam saja, om Bob bercerita bahwa saudaranya sering bahkan memaksa memberikan bantuan. Tapi karena keinginan kuatnya untuk menjadi manusia merdeka secara seutuhnya, ia lebih memilih mempertahankan egonya.
Ia memilih untuk berusaha dengan apa yang ia miliki sekarang, hingga suatu saat ia heran mengapa telur eropa dan Indonesia berbeda. Berawal dari sini lah, kerajaan Kemchick berawal. Dan om Bob menjadi salah satu pelopor entrepreneur berhasil di Indonesia. Awalnya memang tidak mudah, ia harus membawa dagangannya dari rumah ke rumah. Penolakan demi penolakan tidak membuatnya surut. dan akhirnya SUKSES.
Terlepas dari suka dan dukanya, ia merefleksikan masa lalunya itu dengan bersyukur. Karena baginya, hidup miskin biasanya hanya memiliki sedikit pilihan bahkan kadang tidak memiliki pilihan untuk hidup layak. Dengan tidak banyaknya pilihan, berarti ia bisa fokus kesana. Pilihannya hidup atau mati. Makanya harus serius. 
Dan hal yang paling di kritisi beliau adalah sistem pendidikan Indonesia saat ini. Ia merasa, Entrepreneurship harusnya jadi solusi, bukan malah jadi karyawan seperti biasanya diidamkan para sarjana. "Seandainya yang menjalankan wirausaha itu adalah mereka yang sarjana dari Perguruan Tinggi, dampaknya akan luar biasa. Otak encer plus memberdayakan masyarakat." Oleh karenanya, jangan hanya berkutat di kuadran Tahu, masuklah ke kuadran bisa ...

APA ITU KUADRAN TAHU DAN KUADRAN BISA, simak di tulisan saya berikutnya ...
Salam hangat selalu

Jumat, 30 Desember 2011

JANGAN MENUNGGU SAMPAI BISA, BERGERAK SAJA (ACTION), UNTUK SELANJUTNYA, KITA SELESAIKAN SAMBIL JALAN

Coba bayangkan, ketika Golongan muda tidak mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memploklamirkan kemerdekaan, mungkin saja kita belum merdeka saat ini. Saya yakin, dalam diri Soekarno dan Hatta pastilah memiliki rasa "nanti dulu" untuk deklarasi, karena mereka memiliki banyak pertimbangan. Berbeda halnya dengan pikiran golongan muda, yang berfikir, deklarasi saja dulu, masalah selanjutnya kita pikir bersama.

Coba bayangkan apa jadinya, jika tidak ada golongan muda. Julukan "nyaris" merdeka bisa saja tersematkan manakala Penjajah Jepang yang telah kalah Perang Dunia II, tidak segera disikapi. Peluang untuk merdeka, bisa saja hilang mana kala kita terlalu lama menunggu. Sehingga momentum yang dihasilkan, terlewatkan tanpa menghasilkan apa - apa.

Memang, kita butuh perencanaan dalam memutuskan gerak langkah agar dapat menyusun kegiatan secara sistematis. Tapi menurut saya, jangan terlalu lama merencanakan. Ketika kita sudah mempunyai sebuah cita - cita, dan ada sebuah peluang untuk mewujudkan cita - cita tersebut, maka segeralah melakukan. Pasti akan ada tantangan dalam setiap peluang. Namun, yakinlah, sesuai tulisan 1000 Langkah dimulai dari 1 Langkah sudah sedikit dijelaskan bahwa LAKUKAN SAJA.

Salam hangat selalu

Kamis, 29 Desember 2011

Membuat Client - Server

Cara Membuat Jaringan Client-Server dengan 2 Komputer :
ü Alat Dan Bahan :
2 buah PC yang sudah terpasang LAN Card
2 buah kabel UTP berjenis Straight
1 buah switch
ü Langkahnya :
1. pasangkan kedua PC tersebut dengan kabel UTP, dengan urutan dari computer 1 dihubungkan ke switch, kemudian dari switch ke computer 2
2. Lakukan pemberian IP Address pada computer 1 yang bertugas sebagai server
-EX : IP : 192.168.1.1
SM : 255.255.255.0
GW : 192.168.1.10
3. Lakukan pemberian IP Address pada computer 2 yang bertugas sebagai client
-EX : IP : 192.168.1.2
SM : 255.255.255.0
GW : 192.168.1.1 (Gateway dari IP Server)
Ø Cara Melakukan Pemberian IP Address, Subnet Mask, dan Gateway :
1. Klik Start
2. Pilih Control Panel
3. Pilh Network Connections
4. Klik tombol Properties
5. Lalu sorot Internet Protocol TCP/IP
6. Klik Properties
7. Klik pilihan (use the following IP Address)
8. Lalu isi kolom IP, Subnet Mask, dan Gateway
9. Jika sudah terisi dengan benar, klik OK

2 Nama Presiden yang Lupa dicatat sejarah


     Nama yang terlupakan itu adalah Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden pada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949. Selain Sjafruddin, presiden yang tak tercatat itu adalah Mr Assaat yang memangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) pada periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950, setelah Konferensi Meja Bundar (KMB).

     “Mungkin karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja,” kata pengamat sejarah Muchlis Muchtar di Padang, Sumatera Barat. Muchlis menjelaskan, Sjafruddin pernah menjabat sebagai Presiden merangkap menteri pertahanan, penerangan dan luar negeri ad interim pada PDRI yang dibentuk untuk menyelamatkan pemerintahan RI. Saat itu, Belanda baru saja melancarkan agresi militer ke-2 pada 19 Desember 1948 di Ibukota RI yang saat itu berkedudukan di Yogyakarta. Belanda pun menahan Presiden dan Wakil Presiden RI, Soekarno-Hatta.

     Di sela-sela penangkapan itu, Soekarno mengirim telegram kepada Sjafruddin yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran RI dan tengah berada di Bukittinggi, Sumatra Barat. Kepada Sjafruddin, Soekarno meminta agar dibentuk pemerintahan darurat di Sumatera jika pemerintah tidak dapat menjalankan kewajibannya lagi.

     Sjafruddin dan tokoh-tokoh bangsa lainnya di Sumatra kemudian membentuk PDRI untuk menyelamatkan negara yang berada dalam keadaan berbahaya akibat kekosongan posisi kepala pemerintahan. Padahal, posisi itu menjadi salah satu syarat internasional untuk diakui sebagai negara. PDRI pun diproklamirkan 22 Desember 1948 di Desa Halaman, sekitar 15 Kilometer dari Payakumbuh.

     Jabatan Presiden merangkap menteri pertahanan, penerangan dan luar negeri ad interim yang diisi Sjafruddin kemudian berakhir setelah dia menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno yang kembali ke Yogyakarta pada 13 Juli 1949. Riwayat PDRI pun berakhir.

     Sementara itu, Mr Assaat pernah dipercaya menjabat Pemangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) pada periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950. Jabatan itu diamanatkan kepada Mr Assaat, setelah perjanjian KMB 27 Desember 1949 memerintahkan pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia kepasa pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS).

     RIS merupakan negara serikat yang terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia (RI) yang saat itu dipimpin pemangku sementara jabatan Presiden, Mr Assaad. Jabatan itu diisi Mr Assaat karena Soekarno dan Hatta ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RIS dan pimpinan RI kosong.

     Menurut Muchlis, peran Mr Assaat saat penting karena jika RI tanpa pimpinan, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia. Jabatan Mr Assaat sebagai pemangku sementara jabatan Presiden RI, berakhir setelah Belanda dan dunia internasional mengakui kembali kedaulatan RI.

     RIS dilebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 15 Agustus 1950. Soekarno dan Hatta kembali ditetapkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, sementara jabatan Mr Assaat sebagai pemangku sementara jabatan Presiden RI dinyatakan berakhir.


JANGAN MEMPERSULIT DIRI

Arif adalah seorang manajer pemasaran di perusahaan SAT. Dia begitu handal dan cekatan, hanya saja suatu ketika manakala dewan direksi memintanya untuk volume penjualannya ditambah secara signifikan. Arif terlihat bingung menjawab pertanyaan dewan direksi. Ia khawatir tidak dapat memenuhi target yang dibebankan manakala ia menjawab "sanggup". Ia khawatir, mesin - mesin akan hancur, karyawan pada lari manakala memenuhi permintaan sang dewan direksi.

Akhirnya ia memutuskan meminta waktu sejenak untuk berfikir sebelum memberi keputusan. Ia pulang ke rumahnya dengan muka sedikit lesu tidak seperti biasanya. Hesti yang merupakan teman wanitanya bingung melihat perubahan yang tidak biasanya diraut wajah kekasihnya itu. Arif pun bercerita tentang pengalamannya tadi saat dipanggil menghadap dewan direksi. Hesti hanya tertawa dan balik meledek Arif, "bukankah kamu suka sepakbola rif, di aplikasikan donk, jangan dinikmati saja". Mendengar ledekan sang kekasih, arif semakin sebal saja.

Melihat perubahan yang itu, Hesti mencoba menghibur dengan berkata "terkadang dalam sepakbola, kita harus bisa membedakan mana masalah yang timbul karena grogi tidak bisa mencetak gol yang berasal dari dalam diri kita, dan mana yang karena kualitas pemain lawan yang mumpuni". Mendengar nasihat itu, Arif jadi tertarik dan meminta Hesti meneruskan tanggapan dan sarannya. "Untuk bisa mengalahkan lawan, sebagai seorang striker / pemain depan, kamu harus bisa menguasai dirimu dahulu agar tidak canggung dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik. Pun juga setelah itu, kita juga harus siap bertanding 1 lawan 1 dengan lawan yang secara fisik dan skill lebih baik dari kita."

Mendengar penjelasan Hesti, Arif jadi paham. Seharusnya ia mampu membedakan mana masalah yang timbul karena ketakutan / ketidakmampuan dia, dan mana masalah yang timbul karena tantangan dari luar (karyawan, stok barang, mesin dll). Akhirnya malam itupun ia dapat tidur nyenyak setelah memilah - milah masalah yang dihadapinya di kantor.

Keesokan harinya, ia menghadap dewan direksi untuk memberikan jawaban. Bukan jawaban Iya dan Tidak yang ia sampaikan, melainkan hasil analisis dia mengenai kemungkinan - kemungkinan yang akan timbul dikemudian hari. Dari analisisnya, ia menyimpulkan bahwasanya terlalu beresiko tinggi menambah jumlah pemasaran. Bukan hanya karena ketidaksiapan sumber daya produk, tapi juga sumber daya manusia yang menunjang hal tersebut masih sedikit. Ditambah, produk ini belum familiar dibandingkan produk kompetitor.
Mendengar penjelasan tersebut, sang dewan direksi akhirnya mengerti dan mengucapkan terima kasih atas masukannya. Sebab, jika tetap dipaksakan untuk berproduksi masal, hasilnya belum tentu bagus untuk perusahaan. Arif merasa lega, akhirnya ia mampu mengalahkan ketakutan yang ada dalam dirinya. Diapun bergegas pulang dan menyampaikan perihal ini kepada Hesti.


Kadang, karena keterpaksaan dan kepepet, kekuatan tidak terduga kita bisa keluar
-Fitrah All Burman-

Yang saya dapatkan saat kuliah

Knowledge (Pengetahuan): Kita jadi tahu bahwa di motor ada lampu, stang kemudi, rem, gas, spion, bel. Kita juga tahu cara bagian motor itu bekerja termasuk gimana menjalankannya. Kalau kita belajar pemrograman, ya kita ngerti lah apa itu fungsi, apa itu variable, juga apa itu object, apa itu method, apa itu attribute. Kita juga diajarin banyak lagi pengetahuan, sistem basis data, rekayasa perangkat lunak, pemrograman berorientasi objek, software project management, dsb. Pokoknya yang selama ini bikin pusing itulah knowledge. Lho kenapa bikin pusing? Soalnya kampus kadang nggak imbang ngasih knowledge dan keterampilan, alias besar teori daripada praktek. Apalagi  mahasiswa  akuntansi yang besok dikompre, yah dinikmati saja :D

Skill (Keterampilan): Kita ngerti cara ngidupin motor. Supaya motor maju harus masukan gigi ke satu dan tekan gas. Kecepatan mulai tinggi masukin ke gigi dua, kalau ada halangan di depan injek rem. Kalau mau belok tekan lampu sen. Di kampus, tugas mandiri, misalnya disuruh buat kalkulator atau program deteksi bilangan prima di mata kuliah OOP itu semua untuk ngelatih keterampilan. Semakin banyak tugas, harusnya makin terampil, cuman kalau nyontek, ya makin bego aja mahasiswa Usahakan untuk mengerjakan sendiri tugas, karena tujuannya untuk melatih keterampilan kita, sayang masa depan kita kalau kita sering nyontek dalam tugas mandiri. Nah, IPK itu hanya untuk mengukur mahasiswa di level knowledge dan skill. Jadi peran IPK sebenarnya hanya sampai di sini. Nah ngga usah malu, klo IPK pas - pasan, yang penting kan keterampilan kita ngga kalah sama IPK 'dewa'.

Technique (Teknik): Ternyata keterampilan nggak cukup, karena kita perlu menguasai teknik misalnya supaya motor kecepatan tinggi nggak ngepot. Kita ngeremnya harus dari jauh dan pakai rem tangan plus rem kaki bareng. Mau belok juga harus ambil ancang-ancang, kecepatan diturunkan, baru belok. Nah kalau di kampus, karena mata kuliah banyak dan di setiap mata kuliah ada tugas coding, keterampilan bahasa Java kita jadi meningkat. Kita bisa bahasa Java kromo inggil, ngoko, eh bukan maksud saya kita jadi punya banyak teknik supaya program kita lebih rapi, program kita lebih cepat jadi, punyak teknik untuk bisa reuse code, coding jalan terus walaupun pakai notepad atau emacs, dsb.Maksudnya adalah lebih seringlah menerapkan ini dalam realita. Dan liihatlah realita yang sudah ada.

Attitude (Sikap): Wah ternyata pengetahuan, keterampilan, teknik saja nggak cukup membuat kita bisa survive di dunia. Kita perlu sikap yang baik dalam mengendarai motor. Lampu lalu lintas itu kalau merah berhenti, jangan nyelonong saja. Kalau nyalip orang juga jangan dari kiri. Hormati pengendara lain, dahulukan perempuan atau yang membawa anak-anak. Jangan asal ngebut di kampung orang, kalau nggak mau benjol tuh kepala. Sikap ini kalau di kampus, ya kalau jadi programmer jangan terus buat virus, atau ngerusak sistem orang, atau malah maling code orang Nah ini semua adalah sikap. Kampus yang hanya mengajari orang untuk punya pengetahuan, teknik dan keterampilan tanpa memperhatikan attitude (sikap) artinya mendidik orang pinter tapi sesat di jalan.

Experience (Pengalaman): Pengalaman ini seperti jam terbang. Hanya bisa kita dapatkan kalau kita pernah mengalami kejadian dan pengalaman. Contohnya, karena sering bolak-balik ke Puncak untuk jualan pisang , kita jadi ngerti banget mainin gigi supaya mesin nggak rontok meskipun naik gunung terjal nan macet. Terus juga karena rumah sering kebanjiran, kita ngerti banget lah kira-kira banjir berapa senti yang bikin motor kita nggak bisa jalan. Gimana kalau jatuh, sebaiknya posisi tubuh seperti apa yang membuat luka tidak parah. Semua kita dapatkan dari pengalaman. Pengalaman itu mahal, ya pasti karena kadang ada harga yang harus dibayar. Terus kalau di Kampus, pengalaman kan nggak ada? Hmm pengalaman itu tetap ada, kita KKN, magang, kerja paruh waktu, ngerjain TA itu adalah supaya punya pengalaman. Banyak buat project (software) yang bisa dijual, mulai belajar jualan, latih jiwa enterpreneurship adalah keharusan untuk bekal hidup di dunia IT nan ganas dan kejam.

Untuk adik-adikku mahasiswa dan mahasiswi di manapun berada, jangan cepat menyerah, nikmati pahit dan manis kehidupan kampus, jalani penuh dengan rasa tanggung jawab. Orang tua kita dan juga negeri ini menanti karya kita semua.
Salam hangat selalu

Sumber : Blog Romi Satria Wahono (dengan sedikit editan dari penulis)

Rabu, 28 Desember 2011

Menambahkan Chat Box di Blog

Menambah Chatbox di Blog

Anda adalah pemilik blog?? Masih bingung ingin menghias dengan apa?
Ini adalah salah satu jawabannya.
Dengan menggunakan chatbox pengunjung blog anda akan bisa chating secara gratis di blog anda. Caranya mudah kok ikuti saja petunjuk petunjuk ini,
Baca Bismillah, Lalu :
1. Masuk ke Sini
2. Daftarkan diri anda di situ secara gratis.
3. Klik Get your own free Cbox now!
4. Masukan data diri anda
6. Login menggunakan ID yang baru didaftarkan
7. Klik Publish
8. Copy code html tersebut
9. Login Blog anda
10. Klik layout lalu page element (Ind: Tata Letak, Edit Laman)
11. klik add gadget (Tambah Gadget)
12. Pilih HTML/Java Script
13. Copy Paste-kan code tadi, Simpan dan Selesai

Selamat Mencoba

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More